Kesejahteraan Hewan

Pertanyaan yang Sering Diajukan kepada Kami

Sebagai kafe hewan, kami sering menerima pertanyaan seperti ini:

  1. Bukankah tidak alami memelihara hewan jauh dari habitat aslinya?
  2. Bukankah hidup di dalam ruangan menimbulkan stres atau ketidaknyamanan bagi hewan?
  3. Bukankah menyesuaikan diri dengan jadwal manusia mengganggu ritme alami mereka?
  4. Bukankah hewan-hewan itu diperlakukan sebagai tontonan atau hiburan?
  5. Bukankah pada akhirnya kafe memanfaatkan hewan demi keuntungan?

Semua ini pertanyaan yang wajar dan penting, karena menyangkut dasar etika dan kesejahteraan hewan. Kami menanggapinya dengan serius dan terus memikirkannya dalam operasional sehari-hari.

Filosofi Kami

Bagi kami, CAPPINESS bukan tempat memajang hewan, melainkan tempat untuk belajar tentang kapibara, menyayangi mereka, dan pulang dengan kepedulian yang sedikit lebih besar terhadap hewan pada umumnya.

Makin jauh keseharian kita dari hewan dan alam, makin mudah kita berhenti memperhatikan mereka. Apa yang tidak lagi kita perhatikan, tidak lagi kita lindungi. Waktu di dekat seekor hewan, melihat tingkahnya dan apa yang ia butuhkan, adalah cara kecil untuk menjaga hubungan itu. Semoga itu terbawa pulang oleh tamu kami.

Kami juga ingin menjadi tempat bagi orang yang menyayangi hewan tetapi tidak bisa memeliharanya di rumah: cara yang aman untuk menghabiskan waktu bersama hewan tanpa harus memilikinya. Semoga dengan begitu makin sedikit hewan yang dibeli karena dorongan sesaat lalu ditelantarkan.

Praktik Kami untuk Kesejahteraan Hewan

  • Memilih spesies yang tepat. Kapibara lembut dan sangat sosial, salah satu dari sedikit spesies yang cocok untuk kontak yang tenang dengan manusia.
  • Lingkungan untuk perilaku alami. Ruang terbuka, kolam, dan tempat berlindung agar mereka bisa menyendiri.
  • Menghormati ritme mereka. Jam buka yang singkat (10:15 AM hingga 5:30 PM, tanpa sesi malam) dan durasi sesi yang dibatasi.
  • Tidak pernah sendirian. Di alam liar, kapibara hidup berkelompok, sehingga di setiap kafe kami ada tiga ekor kapibara. Tergantung kondisi masing-masing pada hari itu, bisa jadi tidak ketiganya ikut dalam satu sesi.
  1. Sekitar dua jam istirahat setiap siang

    Kedua kafe tutup pukul 1:00–3:00 PM setiap hari agar para kapibara bisa beristirahat di antara sesi. Aturan kesejahteraan hewan di Jepang menetapkan ketentuan istirahat untuk anjing dan kucing, tetapi tidak untuk hewan eksotis seperti kapibara. Jadi kami membuat aturan sendiri.

  2. Kelompok kecil, khusus reservasi

    Setiap sesi hanya dengan reservasi dan dibatasi sekitar 10 tamu, sehingga jumlah orang yang berinteraksi dengan para kapibara dalam satu waktu tetap sedikit.

  3. Tamu belajar dulu sebelum menyentuh

    Setiap sesi dimulai dengan video singkat tentang cara mendekati, membelai, dan memberi makan kapibara, dan staf kami mendampingi setiap kelompok secara langsung.

  4. Dokter hewan yang selalu bisa kami hubungi

    Kapibara kami diperiksa rutin oleh dokter hewan yang bisa kami hubungi kapan saja. Jika ada yang terlihat tidak beres, dokter datang dan memeriksanya segera. Jika seekor kapibara kurang sehat, kami mengeluarkannya dari sesi atau, bila perlu, menutup kafe untuk hari itu dan mengembalikan dana untuk reservasi yang terdampak.

  5. Pemberian makan mengikuti rencana nutrisi

    Camilan kapibara yang diberikan tamu adalah rumput segar, dikirim setiap minggu dari peternakan mitra kami. Porsi harian dihitung berdasarkan total kalori dan nutrisi, dan setiap minggu kami menimbang setiap kapibara, memeriksa kotorannya, mencatat hasilnya, dan menyesuaikan jenis serta jumlah makanannya. Tamu memberi makan dari porsi tersebut; kami tidak menjual camilan tambahan. Jerami selalu tersedia di setidaknya dua titik, sehingga mereka bisa merumput kapan pun mau.

  6. Dua kali mandi sehari

    Kapibara adalah hewan semi-akuatik, jadi semua kapibara kami mandi dua kali sehari. Ini menjaga mereka tetap nyaman dan sehat, dan karena itu pula ruangan kami hampir tidak berbau hewan.

Etika dan Keberlanjutan

Kami memang menjalankan bisnis, tetapi seluruh keuntungan diinvestasikan kembali untuk kesejahteraan hewan: fasilitas, perawatan medis, pelatihan staf, dan program edukasi. Keuntungan dan etika tidak bertentangan bila keuntungan itu dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan hewan.

Kami tidak ingin “memanfaatkan” hewan. Yang ingin kami bangun adalah cara hidup berdampingan yang baik bagi kapibara maupun bagi kami.

Tentang “Membeli Berarti Menimbulkan Penderitaan”

Semua kapibara kami lahir dan dibesarkan di Jepang, tidak pernah diambil dari alam liar. Kami sadar bahwa membeli hewan bisa melanggengkan permintaan. Namun bagi hewan yang sudah lahir dalam perawatan manusia, kewajiban kami adalah memberi kehidupan sebaik mungkin dan tidak pernah memperlakukannya sebagai barang yang bisa dibuang.

Keduanya kami pegang sekaligus: harapan akan dunia yang lebih baik, dan kewajiban merawat hewan yang sudah bergantung pada kita. Di CAPPINESS, kami menjalani yang kedua sambil terus mengupayakan yang pertama.

Kata Para Tamu

Kami tahu masih banyak yang bisa diperbaiki. Tetap saja, kami senang setiap kali ada tamu yang memperhatikan cara kami merawat kapibara. Berikut ulasan yang ditulis tamu baru-baru ini di Google dan TripAdvisor.

Temui kapibara kami secara bertanggung jawab

Pesan Sesi
Pesan Sesi